Copyright @ 2012 Dhiandra Safira. Powered by Blogger.
RSS

ABOUT 65 SENIOR HIGH SCHOOL



65 PUBLIC SENIOR HIGH SCHOOL JAKARTA


VISION:
To be excel in academics, religious, democratic, and to have life skills towards a national and international standards school.

MISSION:
1. Providing educational services to generate graduates who are intelligent, creative and innovative and able to independently enchance his dignity
2.  Actualizing religious education thus creating steady faith and devotion towards The God Almighty
3.  To form the student individuals to have democratic attitudes who will be able to make  and accept changes  that are innovative and appreciate the work of others.
4. Practice students skills so they have a steady life skills
5. Developing infrastructures that meet the accreditation standards of public schools with national and international standards in facing the globalization era.
6. Provide services according to the students talents, interests and abilities.

School Purposes:

1. Improve the knowledge, skills, and independent and full sense of responsibility.
2. Increase faith and devotion to God Almighty
3. Spur students quality to compete in a ladder to enter university
4. Foster democratic thinking to be able to develop independently and in collaboration with others.
5. Meeting the Infrastructure Needs

INFRASTUCTURE CONDITION

The infrastructure of SMAN 65 nowadays has already been very complete especially with IT based equipments for learning activities
The facilities are:
1. Electronic whiteboard; and interactive (Promethean)
2. CCTVs on each rooms
3. Central sound systems to each room
4. Virtual 4-Dimension learning tools for Geography, Chemistry, and Biology
5. E-Library (Electronic Library) with 63 computers
6. Students Information System
7.  Attendance System using SIS (Student Identification System)
8. LCD and Projectors in each room
9. E-Stock computers for inventory records
10. Running tage, 10 pcs to convey some information

Regular classrooms in total: 17 classrooms.

TEACHERS AND STAFFS CONDITION

Teachers in total: 47 teachers
15 man teachers
22 woman teachers

Certification:
With master degrees: 7 teachers
With bachelor degrees: 40 teachers

Staffs in total: 17 staffs
14 man staffs
3 woman staffs

Certification:
With bachelor degrees: 4 staffs
High-school graduated: 13 staffs


Students. 

Students in total: 637 students

Grade 10 = 240 students. -boys: 90 students
-girls: 150 students

Grade 11 = 208 students. -boys: 82 students
-girls: 126 students

Grade 12 = 189 students. -boys: 65 students
-girls: 124 students


SMAN 65 is ranked 1st for the grade X freshmen year 2012 in the area of West Jakarta with the average of the National Exam Score of 9,13. 

Thank You.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Facebook Chat tentang Akselarasi, IPA, dan IPS. With Kevin.


vin lo SCI viiinn?
gak kok dhir
gw ipa aja
buset sepinter lo aja gamasuk sci berarti yg masuk sepinter apa ya-_-
cie ipa
yah gw aja merasa biasa biasa aja
kalo sci sih paling tajimnya aja
lo nggak biasa vin. lo biasa gue apaan
tajim?
rajin maksud gw
gue ga lolos aksel di nilai uts vin. nyesek yah </3
oramg yg pinter pinter pd gak mau sci
gue tdnya semangat aksel tp pas udah sebulan duabulan sekolah, agak kurang....abis ternyata sma susah bgt YAAMPUN
yah gpp lah emg kriteria akselnya harus brp?
lucunya, persyaratan utama masuk aksel di sekolah gue kan IQ minimal 126 yah vin, tapi dari kelas gue yg "ditunjuk" untuk aksel, 4 orang, empatempatnya IQ nya dibawah126. nilainya pada lumayan2 sih tp kan aksel butuh IQ juga iya gak sih
fisikakimiabiomath harus diatas 8, gue kimianya 74 apa wkt itu kalo gasalah, jd gakbisa
oh kalo di sekolah gw sih IQ min 125 kalo di 78sih cuma fis,kim,bio kalo sci ipa kalo ipsnya yah geo, eko, sama sosio yg rata ratanya harus 80
SCI ada ips.....?
iya harus 80 gue kimianya wkt itu dibawah, di 65 gaaada aksel ips jadi yagitchuuu
iya dibuka kalo yg ikut banyak sih ada tapi dirapot diatas kalo di sekolah gw yg diliat rapotnya
oh sama rata rata rapot harus diatas 80
disekolah gue udah mulai di pilih dari oktober akhir kaloogasalah, jd pake rapot tgh semester. nilai uts-_-
tapi dari 4 orang dikelas gue yg kepilih, 3 org gamau aksel, yg satu lg kyknya mau tp soksok gamau gitu masa-_-
MENDING BUAT GUE T_T
yah 3taun gpp kok
gapapa, gue sih ga sedih galau gimana gitu, biasa aja kok ahaha
gak beda juga kok pelajaran yg dipelajari
cuma kalo kepilih alhamdulillah, gue ambil. kalo engga yasudah ahaha
iya cuma mereka macem dikerjar aja kan dicepetin
toh gue sekarang udah gaminat FK....
iya kan gak seru jg
gajadi deh kuliah 7 tahun
gausah ngejar sma cepet
oh maunya apa
gatau bingung-_- kalo ipa gue pengen jadi peneliti gitu, yg berhubungan sama biologi atau geofisika, insyallah.....atau anak IT lah.
kalo IPS gue mau ngambil psikologi, tp masih gatau psikologi apa
padahal dokter.......itu citacita plg lama gue dari kelas 3 SD sampe 3 SMP ga ganti, tdnya gantiganti. entah knp tiba2 mikir, masuk FK itu susah, sedangkan gue bukan anak superior cerdas istimewa wow gitu kan(-_-) jadi mending gue ngambil yg peluang gue buat diterima lebih besar......dan untuk 5 tahun kedepan kayaknya jabatan "Dokter" udah ga sekeren 5tahun lalu, mainstream...
sorry curhat vin-_-v
ahh
ahh apa.....?
untuk mendapat sesuatu tuh bukan dari pibter gaknya tapi seberapa niat lu dan rajin lu
tentu juga tergantung keuntungan lu yah
tapi kalo untuk ini kayaknya bakat dan kemampuan juga udiperhitungkan vin...
jadi gak usah takut gak diterima di fk
toh kalo gue dapet biologi, kan gajauh2 dr ipa pokoknya gue gasuka IPS kecuali psikologi...dari kecil.
kalo lu emg belajar dan niat bgt pasti kemampuan lu bakal meningkat kok
ga takut vin gatakut, cuma memperhitungkan kemungkinan aja
ah lo bikin gue galau lg vin-_-
yah coba aja dulu
tapi gue belom 100% move on dari keinginan gue masuk FK sih....kyk td gue bilang ini citacita plg lama
pikirin aja duli masih ada 6 bulan ini kok dhir
cb pikirin aja duli
iya vinnn
alhamdulillahnya masih ada 6bulan disekolah gue
kalo kyk sekolah lo wuanziiiirrr gue lg galaugalaunya gini
hahaha yah pikirin aja dulu mungkin selama liburan ini biar pas masuk udh tau
20:34
iyaaa sambil konsultasi ke ortu
sekalian liat nilai gue besok untuk membantu perhitungan wkwk
baru bsk yah rapotannya dhir

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemanasan Global


PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang.

Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula. Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.

Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia. Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global yaitu dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.

Untuk itu, Karya Ilmiah yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan global ini dengan berdasarkan berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten.

1.2 Permasalahan
Dimulai dari jaman revolusi industri, konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer telah meningkat hampir sebesar 30 %, konsentrasi gas metan meningkat hampir dua kali lipat, dan konsentrasi NO2 berkurang sekitar 15 %. Peningkatan gas-gas ini menyebabkan kemampuan atmosfer untuk menahan panas menjadi lebih besar. Sulfat aerosol, yaitu polutan udara yang umum ditemui, mendinginkan atmosfer dengan merefleksikan kembali radiasi cahaya dari matahari ke luar angkasa. Tetapi senyawa sulfat ini mempunyai siklus umur yang pendek di atmosfer.

Meningkatnya kegiatan agricultural, penggundulan hutan, dibukanya area kosong sebagai tempat pembuangan, produksi industri, dan pertambangan juga meningkatkan emisi dengan bagian yang cukup signifikan. Untuk meramalkan tingkat emisi yang akan terjadi di masa depan merupakan suatu tugas yang sulit, karena hal itu bergantung kepada keadaan demografi, ekonomi, teknologi, peraturan dan perkembangan institusi. Beberapa peramalan telah dilakukan, dan hasilnya memproyeksikan bahwa pada tahun 2100, konsentrasi karbon dioksida akan meningkat sebesar 30% hingga 150% dari jumlah sekarang.

1.3 Tujuan
Tujuan secara umum adalah untuk mengetahui sejauh manakah pemanasan global ini telah terjadi dan mengetahui penyebabnya. Jika pemanasan global ini terjadi maka efek yang ditimbulkan bukan hanya di alami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi. Oleh karena itu melalui karya ilmiah ini diharapkan agar manusia dapat lebih mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti mengadakan kegiatan pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.


BAB II
PEMBAHASAN
                                                          

2.1 Pengertian Global Warming
Global Warming atau Pemanasan Global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 + 0.18oC (1.33 + 0.32oF) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukaakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 oC (2.0 hingga 11.5 oF) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan scenario-scenario berbeda mengenai gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari 1000 tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Hingga saat ini masih terjadinya perdebatan politik dan public di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurahan emisi gas-gas rumah kaca.

2.2 Penyebab Terjadinya Global Warming
Adapun penyebab-penyebab terjadinya global warming atau pemanasan global antara lain adalah :

1. Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba di permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca, antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.
Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga megakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi seagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan demikian meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperature rata-rata sebesar 15 oC (59 oF), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 oC (59 oF) dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 oC sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

2. Efek Umpan Balik 
Penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat).

Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

2.3 Dampak Global Warming
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.

1. Iklim Mulai Tidak Stabil 
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.

Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

2. Peningkatan Permukaan Laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.

Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.

Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

3. Gangguan Ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.



2.4 Langkah-Langkah dalam Mencegah Percepatan Global Warming
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya pemanasan global, mungkin kata mencegah sudah terlambat karena itu sudah terjadi. Tapi setidaknya kita dapat mengurangi hal-hal yang dapat mengakibatkannya.
a) Melakukan reboisasi pada hutan gundul ataupun di sekitar rumah kita.
b) Mengurangi adanya kendaraan bermotor dan hal-hal yang menyebabkan polusi udara.
c) Menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya.
d) Mengurangi pemakaian alat kosmetik yang mengandung bahan kimia yang berbahaya.
e) Menjadikan Bahan Makanan sebagai Bahan Bakar.
Dengan bahasa gampangnya konversi bahan bakar dengan biofuel. Seperti yang pernah saya baca di majalah apa gitu saat ini jagung dapat digunakan untuk menghasilkan biofuel (setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic, src : wikipedia). Hal ini dikembangkan dinegara yang jauh disana, apalagi ada pendapat terbaru yang menyatakan bahwa sekam dari jagung jauh lebih baik untuk menghasilkan biofuel. Biofuel ini di Indonseia mulai dikembangkan dari Ubi.

f) Gunakan lampu yang lebih ramah lingkungan untuk penerangan jalan, tempat-tempat umum, bahkan sampai ke rumah-rumah, misalnya menggunakan lampu LED.

g) Memberlakukan pajak untuk pengeluaran Karbon.
Skenario yang dapat dilakukan diantaranya adalah membatasi emisi gas karbon yang dikeluarkan oleh setiap industri. Jika sebuah Industri mengeluarkan gas karbon kurang dari standar yang ditetapkan maka industri tersebut dapat menjual sisa karbon yang menjadi haknya. Sedangkan jika Industri yang mengeluarkan gas karbon melebihi batas yang ditentukan maka industri tersebut harus membayar ke pasar berapa kelebihan gas karbon yang dikeluarkan ke pasar. Hal ini akan memicu persaingan untuk menekan emisi karbon ke udara.

Adapula tips langkah-langkah berhemat sekaligus mencegah percepatan global warming adalah sebagai berikut :

1. Terus Mencari Bahan Bakar Terbaru
Warga Kampung Karang Tengah di Lereng Gunung Salamet, Banyumas, tak pernah mengeluh ketika PLN tidak pernah berniat memasang listrik di kampong mereka. Wargapun “mengamuk” dengan merakit sendiri sebuah kincir air yang mampu mengalirkan listrik bagi 50 rumah di sana sejak 14 tahun lalu. Warga Krapyak IX di Yogyakarta nekat memanfaatkan limbah tahu untuk digunakan memanaskan kompor mereka. Mereka juga menanam jarak untuk mengganti minyak tanah dan memasang kincir air sebagai pengganti PLN yang tak pernah hadir. Sebuah kampong nelayan di Gunung Kidul bergotong-royong membeli panel surya untuk menerangi rumah mereka saat malam tiba. Sudah saatnya bahan baker minyak makin tidak terjangkau kantong, bangsa kita menoleh pada sumber eneri berlimpah yang ada. Kita memimpikan Bapak Presiden memberi contoh dengan memasang pembangkit listrik kincir air di hulu sungai Cikeas daripada menyibukkan diri dengan mimpi Blue Energy. Sudah banyak inisiatif masyarakat tanpa kontribusi pemerintah, seharusnya ini bisa memuka inisiatif pembuat kebijakan agar semakin memberi prioritas bagi pengembangan sumber energi terbaru..

2. Mengurangi konsumsi energi
PLN mengeluh bahwa kapasitas mereka tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan kita, hmm pasti ada cara. Mengganti bola lampu biasa dan neon biasa dengan lampu CFL (compact fluorescent lightbulb) dapat mengurangi tagihan listrik bulanan. Lampu CFL 7 watt terangnya setara bola lampu 40 watt, artinya kita hanya mengkonsumsi listrik seperlima dari biasanya. Menutup pintu ketika AC dinyalakan juga dapat mengurangi konsumsi listrik dari setelan AC anda.

3. Mengganti lampu kota dengan lampu LED
Sebuah kota di Amerika mencoba mengganti semua lampu di garasi dari bohlam biasa menjadi lampu LED, apa hasilnya? sekarang semua lampu dikota itu diganti dengan lampu LED. Lampu ini menghemat energi listrik antara 40 – 70 %, jauh lebih terang dan memiliki umur 5 kali lebih lama daripada bola biasa

4. Gunakan mobil pribadi seperlunya
Dengan mengurangi penggunaan mobil pribadi kita bisa menabung, membantu mengurangi polusi.


BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan iklim global telah dirasakan dampaknya saat ini. Berbagai macam upaya mulai dilakukan untuk mengurangi ancaman yang akan terjadi. Untuk itu diperlukan kesadaran dan peran serta kita secara bersama-sama mengurangi hal ini. Misalkan dengan menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi konsumsi energi

Akan lebih baik lagi apabila hal ini dilakukan mulai dari diri kita sendiri. Karena peran kita sekecil mungkin saat ini akan berdampak besar bagi masa depan anak cucu kita nanti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HOW TO KEEP ROOMS CLEAN


HOW TO KEEP ROOM CLEAN.





Get into the habit of making your bed before you leave for the day. A messy bed can make an otherwise clean room look messy. This small step can inspire you to keep your room neat throughout the day. Throwing things on your bed is not making it.

Get an mp3 player,or a stereo and play music while you clean (as long as it won't bother others). It can help distract you from the task at hand, and it can make it more fun!

Keep food out of your room. As tempting as it is to bring snacks in your room, all of those dirty dishes and wrappers can mess up a room fast. If you absolutely must eat food in your room, bring dishes back to the kitchen and throw all trash in the garbage when you are done. You may also find it helpful to have your own trash can. Make sure that there are no leftover crumbs! Crumbs can and will attract bugs like ants and cockroaches, and bugs in a room is no joke!

Put things back where they belong. This may seem like a simple rule but if you follow it, you will never have to worry about your room being a disaster ever again. If you don't have time, at least make a deal with yourself that you will make sure everything is picked up before you go to bed. If you want to pick it up sooner, pick things up after you use it. Or maybe, once a week you could spend about an hour or so to make sure that your room is nice and clean and organized for the next week. If this gets tiring, you will not want to have to re-clean your room, and then you won't make a mess in the first place!

Maintain. Once a week, do a simple maintenance cleaning. Dust off your desk, bookshelves, and other dusty surfaces. Vacuum and sweep your floor. Wash your sheets. Maybe clean off windows.

Break the habits that lead to filth
o    This one is obvious: Putting clothes on the floor instead of in the dirty cloths hamper.Buy a basket and every time you use clothes put them in the basket. Then, every few days bring it to a washer.
o    Tossing a book on the floor after reading it instead of on the shelf. That's not getting you anywhere.
o    Kicking off shoes onto the floor instead of putting them away. Put shoes in one certain spot.
o    Crumpling up a piece of paper and throwing it on the floor instead of recycling it.
o    Put your garbage in a garbage can, everyone. I can't stress that enough. Don't just throw it out the window.
o    Drinking something in the room and leaving the cup on the desk. Read step 3.
o    Throwing unwanted pillows on the floor instead of putting them in the closet. Read step 1.

Remember, lighting can make a room look even cleaner. Buy a few lamps, but don't overdo it. 1 floor lamp and 2 desk lamps are plenty, and make sure your bulb gives off a soft, white, fluorescent light.

Before you go to bed, take aside a few minutes to pick up any dirty clothing or wrappers you forgot to put away and make sure your room at least looks decent before you settle into bed.

If cleaning your room is hard for you to do, you "don't have time" or you just are too lazy to, get a friend to come over and help you with it. Then you can have fun while doing the job!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS